Juni 14, 2024

Pondok Pesantren Banyuanyar Pamekasan Madura Jawa Timur Kembali Gelar I’lan Al-Qur’an Ke XXII.

Beritaterakurat.com || Pamekasan – Pondok Pesantren Banyuanyar Pamekasan Madura, adakan acara I’lan Al-Qur’an ke XXII. Penghafal Al-Qur’an ini yang merupakan prosesi uji hafalan di Markaz Dirosah Qur’aniayah (MDQ), acara tersebut di gelar di Aula Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar sebanyak 12 santri. (19 Maret 2022 M/16 sya’ban 1443 H).

Suasana bahagia bercampur haru saat semua peserta i’lan membacakan ayat-ayat Al-Quran dengan fasih dan baik. Satu persatu dari mereka diuji secara acak dari Juz 1 s/d Juz 30 oleh tim. Prosesi i’lan yang dipimpin langsung Pengasuh Pondok Pesantren Banyuanyar RKH.

Hasbullah Muhammad, Lc, KH. Abd. Hannan Tibuan (dewan pengasuh), KH. Abdul Basit Faqih (pengasuh PP. Sumber Camplong Kowel Pamekasan) dan KH. Muhammad Minnatullah Hasan Bakir (Dewan Pengasuh PP. Darut Tauhid Palpettok Plakpak), KH Hasibin (Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Karang Baru Nyalaran Blumbungan), dan beberapa para Kiai lainnya.

KH. Ilyas, mengajak para santri agar semangat terus untuk menghafal Al-Quran dan bukan hanya menghafal akan tetapi harus juga memahami maksud dan tujuan Al-Qur’an yang sebenarnya. Menurutnya, Al-Quran tidak sulit untuk dihafal, sebagaimana janji Allah SWT. dalam Al-Quran.

Selanjutnya, KH. Ilyas salah satu tokoh Alumni PP Banyuanyar sekaligus sebagai Pengasuh Pondok Pesantren di Bulmatet Karang Penang itu mengatakan, kehadiran Al-Quran merupakan hal yang sangat istimewa, sebab ia adalah kitab yang diturunkan oleh Dzat yang Maha Mulia melalui perantara malaikat paling mulia pada bulan yang mulia dan diturunkan pada Nabi paling mulia, serta tidak diamalkan kecuali orang-orang yang mulia.Ia berharap Alquran di jadikan sebagai pedoman hidup.

Ia meyakini kebenaran isi Alquran. Ia juga membaca, menghafal, dan memahami dengan baik dan benar makna yang terkadung dalam Alquran serta mengamalkan seluruh isinya dalam aspek kehidupan mereka. Al-Qur’an tidak hanya dibaca dan dihafalkan, tetapi juga penting diinternalisasi dan direfleksikan dalam kehidupan sehari-hari.

Generasi Qurani merupakan generani yang meyakini kebenaran isi Al-Qur’an, membaca, menghafal, serta memahami dengan baik dan benar makna yang terkandung di dalamnya.Ustadz Mahmud Ayatullah selaku direktur MDQ di Pondok Pesantren Banyuanyar menyampaikan banyak terimakasih kepada segenap partispan yang telah membantu untuk terselengarannya acara tersebut.

Ayoo bergabung di MDQ dan mondok di Pondok Pesantren Banyuanyar Pamekasan Madura Jawa Timur, jika ingin menjadi generasi Qurani, generasi muda harus selalu menjadikan Alquran sebagai hiasan hati dan makanan bagi hati. “Makanan hati adalah dzikir. Salah satu dari bentuk dzikir itu adalah Alquran yang juga disebut ad-Dzikru. Oleh sebab itu, jika ingin menjadi generasi Qurani, yang ruhnya kuat, yang kalbunya kuat, maka dekatkan hati dengan Alquran”.

Generasi Islam yang menjadikan aktivitas fisiknya di bawah bimbingan Alquran. Amalan-amalannya adalah amalan kebaikan. Dari lisan dan lidah keluar kalimat-kalimat yang baik. Kemudian, seluruh anggota tubuhnya diarahkan untuk kebaikan-kebaikan.”Alhamdulillah semua huffadz ini semuanya Lulus dan semoga barokah dan bermanfaat” Pernyataan dan doanya. Tutur Ustad Mahmud. Acara I’lan Al-Qur’an tersebut ditutup dengan pemberian kenang-kenangan dari para simpatisan.

Seperti dari KSPPS Nuri Jatim, Toko Bagus, AMDK Nuri, beberapa anggota legislatif, beberapa kades di Madura, juga dari beberapa lembaga tahfidz di Pamekasan dan Sampang, para pengusaha dan pedagang sukses alumni Pondok Pesantren Banyuanyar, dan dari salah satu jasa travel di Pamekasan yang memberikan hadiah berupa ziarah gratis ke lima wali di Jawa Timur.

Kenang-kenangan lainnya diberikan oleh Pengasuh, Pengurus dan para pimpinan institusi di Pondok Pesantren Banyuanyar. ^****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *