Juli 18, 2024

Hasil Kerajinan Narapidana Teroris Lapas Kediri

Beritaterakurat.com, Kediri – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Teroris Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kediri mengisi waktu mereka dengan membuat kerajinan tangan bernilai seni, senin (4/2/24).

Plt Kepala Lapas Kelas IIA Kediri Budi Ruswanto mengatakan, “Ini menjadi salah satu kabar bahagia bagi Lapas Kediri bahwa pembinaan yang kami lakukan mendapat feedback positif dan saya mengapresiasi hal tersebut”, tutur Budi.

Seperti diketahui hasil kerajinan gelang tersebut yang bertuliskan “Love Indonesia” adalah salah satu kerajinan. Mungkin sebagian orang menganggap ini sederhana dan tidak bermakna. Namun, perlu di ketahui bahwa gelang tersebuat adalah salah satu dari buatan wbp narapidana terorisme yang berada di Lapas Kediri dan menurut pengakuan wbp napiter ia sudah sering membuat gelang tersebut seperti tulisan lain “cinta NKRI”. Perlu diketahui Lapas Kediri mendapat mandat untuk membina 3 terorisme yang masing – masing dari tempat asal yang berbeda.

Dengan adanya kerajinan gelang buatan Napiter (narapidana terorisme) tersebut, menandakan upaya Lapas Kediri selama ini artinya telah berhasil yang melalui dari program deradikalisasi kepada para Napiter dan dilaksanakan di Lapas Kelas Kediri tentunya tak luput dari bantuan BNPT, Densus 88, hingga BIN.

WBP napiter kerajinan tangan mengatakan “Kerajinan tangan yang saya buat ini berbahan dasar cukup minim, dengan hanya bermodal beberapa kresek dan kesabaran. Dan kami bersyukur, walaupun kami di dalam Lapas yang sedang menjalani masa hukuman, kami mendapatkan dukungan untuk mengembangkan skill kami dalam membuat kerajinan tangan ini, termasuk dalam mendapat benang ini yang sudah mendapatkan ijin dari pihak keamanan Lapas, tidak ada sedikitpun yang menghambat kami untuk terus berkarya walaupun di dalam Lapas”, terang Napiter.

Budi menambahkan akan selalu mendukung kegiatan – kegiatan yang bernilai positif untuk para WBP, “Saya selaku Plt Kalapas, akan mendukung penuh setiap apa saja kegiatan – kegiatan bernilai positif yang akan menambah keterampilan para warga binaan, khususnya Narapidana Terorisme”. Tutup Budi.