Juli 20, 2024

Bos Handphone Diduga Ancam dan Aniaya Pegawai Jasa Service

www.beritaterakurat.com, Jakarta, Bos Handphone Diduga Ancam dan Aniaya Pegawai Jasa Service. Pada mulanya ada seseorang pengunjung mall di PGC datang menghampiri yang bernama Kios Rais tempat dia sehari hari bekerja jasa service handphone ,bawalah handphone tersebut untuk diperbaiki yang rusak agar bisa kembali bagus dan bisa dipakai kembali kemudian pengunjung mengeluarkan sebuah HP merk Renov yang rusak layar kacanya tersebut.

Ternyata pengunjung yang service Hp tersebut jual beli handphone pemilik toko Tiger Seluler terletak di lantai 3 Pusat perbelanjaan Grosir Clilitan udah gak asing lagi dengan sebutan Ahong yang punya nama asli Ari.

“Kalau ganti kaca saja nanti takut kena lcd mending diganti semua koh,uda sepakat mau ga apa2 dicoba dulu “,ujar Rais.

Selang sehari inisial A dateng menanyakan hpnya gimana sudah jadi apa belum, kebetulan sudah jadi dipasang dan dicoba bisa.

Selang beberapa menit Acong memanggil Rais datang kiosnya coba ngecek hpnya ternyata nyala setelah dicek lagi layar nyala cuma setengah karena efek dari minuman alkohol Acong marah marah ke Rais disitu dipukullah Rais sekitar jam 20.30wib lewat toko sudah mulai mau tutup.

Kemudian pelaku bergegas meninggal kan toko dan rais disuruh datang menyusul kerumah nya dijalan ikan hias condet.


Sekitar pukul 9.30 lewat rais menyusul kerumah nya acong setibanya dihalaman suruh masuk kedalam rumahnya pelaku.

Kemudian pelaku marah marah dan minta tanggung jawab handphone, sudah bersedia tanggung jawab diganti lcd baru tp g orisinil nanti lau ada copotan yang orisinil dipasang dan untuk data data dihandphone aman,” kata korban.

Disitulah pelaku tambah kesel akhir muka korban dipukulin beberapa kali dan rambut nya dijambak,muka nya disemprot handtainezer kena mata nya tidak henti disitu ,pelaku menghampiri meja dan buka laki ada benda seperti Pistol ,,nyawa kamu berapa, “ujar acong sambil menodongkan sebuah benda yang diambil dalam laci meja yang menempel dipelipis nya korban.

Dikarenakan ketakutan dan sakit kemudian korban lari pulang sudah lewat tengah malam dan sampai rumah diketahui keluarga untuk visum dan laporan ke kepolisian. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *